Saya teringat nasihat seorang ustadz ketika SMP. “Teladanilah orang yang sudah mati, karena kamu bisa tahu kesudahan orang itu.” Tak kurang tak lebih. Nasehat itu mengingatkan saya untuk melihat orang di ujung hidupnya (saat ajal menjemputnya). Saya jadi teringat hadits ke-4 dari Hadits Arbain An Nawawi. Berikut bagian akhir dari hadits yang cukup panjang tersebut:
“Maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (HR. Bukhari)
Teladan itu belum bisa didapat dari orang hidup. Ya, karena kita belum tahu bagaimana akhir dari hidupnya. Keteladanan akan mudah kita raih melainkan dari mereka yang telah berhasil melintasi hidup ini dengan untaian mutiara. Kemilaunya tak pernah berhenti memancar hingga maut menjemputnya.
Banyak orang yang mengukir teladan di masa mudanya, namun mengenaskan saat tuanya. Dahulu begitu banyak orang yang meneladani Bruce Lee, jagoan Kung Fu yang legendaris. Namun sayang, di akhir hayatnya ia meninggal dunia dengan misterius. Entah karena kebanyakan minum alkohol atau karena yang lain.
Di sisi lain ada orang yang masa mudanya meresahkan masyarakat, tapi justru masa tuanya menjadi panutan umat. Di negeri ini siapa yang tak kenal Gito Rollies. Masa mudanya dihabiskan dengan hura-hura dan pesta pora. Bahkan rocker idola kawula muda ini pernah mengendarai sepeda motor telanjang dari Jakarta ke Bandung. Namun saat meninggalkan dunia fana ini, ia pergi dengan ketenangan jiwa. Orang-orang shaleh yang mengiringi jasad Gito menuju peristirahatannya. Semoga Allah SWT menyayanginya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar