Selamat Datang

Hai frens, selamat datang di dunia nyata tapi maya.
Lho kok?? Iya, hakekatnya sih dunia maya, tapi apa yang ada di blog ini adalah buah pikiran dari kejadian nyata yang senantiasa melintas di hadapan kita.
Udah deh, tanpa berpanjang kata. Selamat menikmati blog ini ya. Semoga bermanfaat

Selasa, 22 Juli 2008

Seneng Ngobrol?

Dalam Oxford Learner’s Pocket Dictionary istilah talk memiliki beberapa arti di antaranya say things, speak to give information, have the power of speech, discuss, gossip, give secret information atau conversation, gossip or rumour, informal speech, dan formal discussion. Sedangkan dalam kamus umum bahasa Indonesia yang disusun oleh W.J.S. Poerwadarminta istilah ngobrol berasal dari kata obrol yang artinya bercakap-cakap yang bukan-bukan atau yang kurang faedahnya (Hal. 683).

Aktivitas ini merupakan upaya seseorang untuk mengekspresikan isi hatinya atau mengungkapkan keinginan-keinginan yang terlintas dalam fikirannya kepada orang lain yang dipercayainya. Lihat saja, dua orang pemuda lajang yang terlihat asyik berbincang-bincang di dalam sebuah kamar sambil sesekali tertawa cekikikan, sesaat kemudian suasana hening kembali. Apa yang sedang mereka obrolkan? Teman akrab saya mengatakan, “Wah, mereka pasti sedang ngobrolkan masa depan…..”. Dan saya yakin hal in pun terjadi pada kaum hawa, iya kan?

Sebenarnya wajar bila seseorang melakukan aktivitas tersebut, barangkali sebagai bentuk sosialisasi dirinya kepada lingkungan sekitarnya, bukankah manusia adalah makhluk sosial? Tetapi kini, tampaknya ngobrol bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan sebagai makhluk sosial saja, bahkan hal ini telah menjadi budaya masyarakat kita yang memang senang bercakap-cakap. Kalau saya tanyakan kepadamu, berapa kali kamu ngobrol dalam sehari? Tiga kali? Lima kali? Tujuh kali? Atau tidak tahu sama sekali karena tidak terhitung jumlahnya? Ini salah satu indikasi betapa ngobrol benar-benar telah menjadi budaya dan kebutuhan kita.

Begitu butuhnya masyarakat untuk ngobrol sehingga bentuknya pun sangat beragam. Kita sering mendengar acara talk show yaitu ngobrol yang di’show’kan. Tidak ada yang dilakukan dalam acara tersebut selain ngobrol dengan mendatangkan seorang pakar. Ada juga yang mengatakan bahwa ngobrol merupakan sarana kita untuk gaul, barangkali alasan ini yang digunakan oleh teman-teman FOKAP ketika mengadakan acara Obrolan Gaul Untuk Unggul di sebuah SMU ternama di Surabaya.

Kita tahu bahwa aktivitas apapun yang kita kerjakan akan mengakibatkan berbagai efek yang mengikuti aktivitas tersebut. Efek yang saya maksud di sini ialah hal-hal yang biasa menyertai saat kita melakukan aktivitas itu. Efek ini akan menentukan seberapa baik kualitas kegiatan yang dilakukan. Orang yang sedang ngobrol tentunya akan dengan spontan merasakan efek dari ngobrolnya itu. Jika obyek obrolannya hal-hal yang lucu serta merta dia akan tertawa. Tetapi jika yang diobrolkannya sesuatu yang mengharukan mungkin dia akan menangis. Begitu seterusnya efek-efek tersebut akan turut menyertai aktivitas yang dilakukannya.

Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah orang kedua atau kawan ngobrol yang diajak bicara. Di awal sudah saya katakan bahwa ngobrol merupakan bentuk pengungkapan isi hati kepada orang yang dipercayai. Orang yang diajak ngobrol bisa jadi merupakan orang yang special di mata kita. Seorang istri sangat senang ngobrol dengan suami yang dicintainya, sebagai bentuk keinginannya untuk selalu diperhatikan. Bahkan seakan-akan dia tidak ingin sedetikpun luput dari perhatian sang suami. Betul nggak ya?

Nah, kalau kamu rela ngobrol berjam-jam dengan orang yang khusus itu. Seluruh keluh kesah telah kamu sampaikan, semua keinginan telah kamu utarakan, dan seuntai masalah telah kamu kemukakan. Maka saya ingin bertanya, sudahkah kamu melakukannya di hadapan Zat Yang Maha Special? Ngobrol berjam-jam di mal, di pasar, di sekolah, di kampus, di rumah, bahkan di tengah keramaian tempat-tempat hiburan khusus mungkin lebih sering kita kerjakan daripada ngobrol dengan Zat Yang Maha Mendengar di kesunyian malam saat manusia terlelap dalam mimpi-mimpinya. Mungkin kita lebih sering tertawa ketika ngobrol dengan teman kita daripada menangis saat ngobrol bersama Zat Yang Maha Kuasa.

Kalau dari mulut kita keluar kata-kata, “Aku cinta Allah SWT,” sudahkan terbukti dengan seringnya kita ngobrol dengan-Nya sebagai bentuk keinginan kuat kita untuk selalu diperhatikan oleh-Nya? Perhatian dari Zat Yang Maha Special yang hanya dengan perhatian-Nya seluruh kebutuhan dan keinginan kita mudah saja dikabulkan-Nya. Kepuasan jiwa akan kita dapatkan, coba saja kalau nggak percaya.

Lalu bagaimana caranya ngobrol bersama Zat Yang Maha Bijaksana? Bagaimana caranya agar kecintaan kita kepada-Nya benar-benar terbukti? Bagaimana agar kita benar-benar mendapat perhatian khusus dari Allah SWT? Nah, Sekarang juga datangilah kawanmu yang senang tilawah Al Qur’an atau rekanmu yang banyak hafalan Al Qur’annya dan senang melakukan sholat malam lalu tanyakan, “Bagaimana caranya ngobrol dengan Allah SWT?”

Tidak ada komentar: